Berwisata Sambil Belajar Cinta di Sulawesi Selatan

SHARE:

Inilah tempat-tempat di Sulawesi Selatan yang bisa dijadikan tempat kunjungan wisata sambil belajar tentang cinta.

Wisata, Kencan, Romantis, Belajar Cinta

Sulawesi Selatan menyajikan pesona keindahan yang khas. Tidak hanya sebagai tempat untuk berwisata, untuk kamu yang sedang menjalin hubungan cinta atau baru membangun hubungan cinta dengan pasangan, Sulawesi Selatan layak kamu kunjungi untuk belajar tentang cinta.

Berikut ini beberapa tempat di Sulawesi Selatan yang menyimpan kisah romantis untuk kamu jadikan tempat wisata sambil belajar tentang cinta.

Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun

Wisata Romantis, Parepare, Makassar, Sulawesi Selatan
Sumber foto Instagram @wahyuditt

Siapa tak kenal bapak Baharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia. Lewat film layar lebar, kisah cintanya membuat penonton terenyuh. Ya, perjalanan cinta beliau bersama sang istri, ibu Ainun Habibie memang pantut dijadikan inspirasi bagi kamu yang sedang menjalin cinta dengan sang kekasih.

Tidak hanya lewat film layar lebar, di Parepare, Sulawesi Selatan, kamu bisa menemukan inspirasi dari kisah cinta mereka. Pada bulan Mei 2015 ketika bapak Habibie pulang kampung ke Parepare, telah dimeresmikan sebuah monumen yang dinamakan Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun.

Pada monumen ini berdiri patung bapak Habibie dan ibu Ainun yang dikelilingi oleh air mancur. Terpahat pada patung yang terbuat dari perunggu itu, bapak Habibie mengenakan jas dan kacamata. Disampingnya sang istri yang mengenakan kerudung dan menggengam setangkai bunga.

Selain patung, pada bagian dalam Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun juga terpajang foto-foto Habibie-Ainun. Mulai dari foto mulai dari masa kecil Habibie, saat Habibie menjadi Presiden RI dan foto keduanya berada di Jerman.

Monumen ini selalu ramai dan tidak pernah sepi pengunjung. Jumlah pengunjung selalu meningkat pada malam hari. Baik warga setempat maupun pelancong dari seluruh Indonesia.

Bagi kamu yang sedang menjalin cinta dengan seorang kekasih, atau sedang membangun kisah cinta, kamu wajib datang ke sini untuk mempelajari kisah Habibie-Ainun. Monumen ini berada di sebelah barat Lapangan Andi Makkasau, Jl Andi Isah, Kelurahan Malluse Tasi, Kecamatan Ujung Kota Parepare.

Kota Parepare berada sekitar 153 kilometer dari Kota Makassar. Kota ini terletak di sebuah teluk yang menghadap ke Selat Makassar. Pada bagian utaranya berbatasan dengan Kabupaten Pinrang, sedangkan sebelah timurnya berbatasan dengan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dan di bagian selatannya berbatasan dengan Kabupaten Barru.

Kisah Cinta yang Terselip di Balik Keindahan Pulau Cangke

Wisata Romantis, Pangkep, Makassar, Sulawesi Selatan
Sumber foto Instagram @risangnb

Jika kamu mencari kisah cinta sejati, kamu harus datang ke sini. Ada kisah cinta yang terselip di balik keindahan Pulau Cangke. Bahkan tak akan kamu temui kisah cinta yang indah ini dalam sinetron sekalipun.

Awalnya memang, Daeng Abu dan istrinya tidak tinggal di pulau ini. Konon Daeng Abu diusir dari kampungnya karena menderita penyakit kusta.

Daeng Abu hendak pergi meninggalkan kampungnya, tapi sang istri tak membiarkannya pergi sendiri. Akhirnya Daeng Abu dan isterinya pergi dengan menggunakan perahu meninggalkan kampung. Mereka pun terdampar di Pulau Cangke.

Hingga kini, Daeng Abu dan istrinya masih mendiami Pulau Cangke. Sang istri dengan setia mendampingi Daeng Abu, walaupun Daeng Abu menderita penyakit kusta.

Pulau Cangke berada di Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau dikenal pula dengan nama Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Walaupun kecil, namun pulau ini memiliki panorama cantik dan tentu saja kisah cinta Daeng Abu dan istrinya itu lho..

Untuk kamu yang ingin berguru cinta dari Daeng Abu dan istrinya di Pulau Cangke, kamu bisa ke sana melalui kota Makassar. Dari Makassar, kamu bisa langsung menuju ke Pelabuhan Paotere. Dari pelabuhan ini, kamu bisa menyewa perahu tradisional Jolloro atau Katinting.

Waktu tempuh dari Pelabuhan Paotere ke Pulau Cangke sekitar dua hingga tiga jam perjalanan. Tergantung cuaca. Sebelum sampai di Pulau Cangke, perahu biasanya singgah di Pulau Karanrang.

Mengunjungi Makam Sang Romeo dari Makassar

Wisata Romantis, Datu Museng, Maipa Deapati, Romeo and Juliet, Makassar
Sumber foto Instagram @jefripranata

Jl. Datu Museng merupakan nama sebuah jalan yang memanjang ke arah Timur dan berhadapan langsung dengan Pantai Losari, Makassar. Masyarakat lebih mengenal jalan itu sebagai kawasan wisata kuliner. Namun sebenarnya lebih dari itu.

Di antara bangunan restoran dan kawasan pemukiman bagian barat jalan ini, terkubur jasad Sang Romeo dari Makassar, Datu Museng.

Kisah cinta Datu Museng berawal ketika Addengareng kakek dari Datu Museng melarikan diri bersama cucunya menyebarangi lautan nan luas menuju ke negeri Sumbawa, akibat dari politik adu domba yang dilancarkan penjajah belanda di tanah Gowa, yang membuat bumi Gowa bergejolak dan tidak kondusif lagi untuk dijadikan tempat tinggal yang aman.

Di Pulau sumbawa itulah akhirnya Datu Museng tumbuh menjadi seorang yang dewasa dan bertemu dengan Maipa Deapati di sebuah rumah Pengajian bernama Bale Mampewa. Akhirnya tumbuh benih cinta dihati Datu Museng sejak pertama kali melihat sosok Maipa Deapati yang anggun dan mempesona.

Namun cinta dari Datu Museng kepada Maipa Deapati menjadi sebuah cinta yang terlarang karena Maipa Deapati telah ditunangkan dengan seorang pangeran dari Selaparang Lombok bernama Pangeran Mangalasa.

Setelah kakek Datu Museng mengetahui bahwa cucunya mencintai Maipa Deapati, alangkah terkejutnya sang kakek. Sang kakek merasa malu. Ia menganggap cucunya hanyalah sebongkah emas yang telah terkotori oleh lumpur, sedangkan Maipa Deapati adalah Putri seorang bangsawan bak sebongkah mutiara yang belum tersentuh dan tidak pantas disunting Datu Museng.

Datu Museng mengetahui bahwa cintanya kepada Maipa Deapati terhalang oleh tembok yang kokoh, maka atas anjuran sang kakek, berangkatlah Datu Museng ke tanah Suci Mekkah untuk berguru. Disanalah ia mendapatkan ilmu “Bunga Ejana Madina”. Kepergian Datu Museng ke tanah Mekah ternyata bukannya membuat kedua insan yang saling mencinta ini menjadi terpisah, melainkan perpisahan itu malah semakin membuat ikatan hati antara keduanya semakin kuat.

Selepas mendapatkan ilmu di tanah rantau, maka Datu Museng pulang kembali ke Sumbawa dengan membawa rindu membarakepada Maipa Deapati. Sesampainya di Sumbawa ternyata sang kekasih yang dirindukan dalam keadaan sakit,dan Datu Museng pun mengobati Maipa Deapati dengan ilmu yang didapatkannya dari tanah Mekkah.

Mendengar kabar bahwa sang tunangan Maipa Deapati mencintai Datu Museng, membuat perasaan cemburu di hati Pangeran Mangalasa bergejolak dan tentunya sakit hati. Pangeran Mangalasa lantas bersekutu dengan Belanda dengan tujuan untuk membunuh Datu Museng. Tetapi Datu Museng yang teramat sakti itu tak dapat dikalahkan oleh Pangeran Mangalasa dan Belanda.

Akhirnya Datu Museng mendapat restu dari Sultan Sumbawa, merekapun lantas dinikahkan dan Datu Museng diberikan pangkat sebagai Pangllima perang. Belum beberapa lama menikah, berhembus kabar bahwa di Makassar tengah bergejolak kekacauan yang disebabkan oleh pemerintah Belanda yang berkuasa ditanah Makassar. Datu Museng yang telah menjadi panglima perang itu kemudian kemudian dikirim ke Makassar oleh Sultan Sumbawa atas permintaan Raja Goa untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Maka berangkatlah Datu Museng dan istrinya Maipa Deapati ke tanah Makassar. Setibanya di Makassar, Datu Museng mendapatkan tantangan lain karena Kapten dari Belanda itu justru mencintai Maipa Deapati, dan melancarkan berbagai macam teror dan  serangan kepada Datu Museng untuk merebut Maipa Deapati dari Datu Museng. Akibatnya Datu Museng pun terdesak akibat serangan Belanda tersebut.

Namun bagi Maipa Deapati cintanya ke Datu Museng adalah harga mati baginya, ia tidak mengijinkan seorang pun untuk mengambilnya dari Datu Museng. Sang kekasih Maipa Deapati lantas meminta kepada Datu Museng untuk membunuhnya, sebab cintanya kepada Datu Museng hanya untuk Datu Museng seorang, ia merasa lebih baik mati daripada harus menyerahkan dirinya kepada Belanda.

Dengan sangat berat hati Datu Museng lantas mengabulkan permintaan sang istri, iapun lantas menikamkan Badik pusakanya ke leher sang kekasih tercinta. Setelah itu, karena rasa cinta yang dalam kepada istrinya Maipa Deapati, Datu Musengpun lantas melepaskan semua ilmu ilmu yang dimilikinya, membiarkan dirinya dibunuh oleh penjajah Belanda.

Kisah inilah yang terus dikenang oleh masyarakat Makassar hingga saat ini, kisah percintaan Romeo And Juliet Versi Makassar. Hingga kini nama Datu Museng dan Maipa Deapati selalu abadi di Kota Makassar.

Bagaimana kisah dua sejoli ini? Menarik kan? Nah, seolah tak ingin memisahkan cinta mereka berdua, Pemerintah Kota Makassar pun menamai dua jalan yang berdampingan dengan nama jl. Maipa dan jl. Datu Museng.

Situs makam Datu Museng berada di ujung barat jalan Datu Museng, Kota Makassar. Bangunan makam bercat hijau ini dipagari dengan pagar besi sederhana. Kamu yang lagi belajar cinta, wajib deh datang ke sini.

COMMENTS

Name

407 Makassar,1,Aneka Wisata,14,Barru,5,Berita,16,Bone,2,Bulukumba,11,destinasi wisata,1,Enrekang,1,Event,19,Event April 2015,1,Event Desember 2014,3,Event Januari 2015,1,Event Maret 2015,3,Event Mei 2015,3,Event Oktober 2014,1,Event September 2015,1,Foto,4,Galesong,3,Gowa,15,Hotel,4,Jeneponto,2,Kuliner,1,Lingkar Kreatif,1,Luwu Timur,6,Luwu Utara,2,Makassar,46,Maros,8,Pangkep,10,Parepare,3,Permainan Tradisional,1,Persona,1,Promo,1,Sejarah,1,Selayar,9,Sinjai,5,Soppeng,2,Sorowako,1,Sosial Budaya,1,Sunset,1,Takalar,6,Tana Toraja,4,Tarian,1,Tips Wisata,60,Toraja,3,Toraja Utara,1,Wajo,1,Wisata,142,Wisata Alam,44,Wisata Bahari,33,Wisata Budaya,17,Wisata Kuliner,23,Wisata Lainnya,4,Wisata Magis,3,Wisata Pantai,2,Wisata Religi,7,Wisata Sejarah,20,Wista,2,
ltr
item
Makassar Guide - Panduan Wisata Sulawesi Selatan: Berwisata Sambil Belajar Cinta di Sulawesi Selatan
Berwisata Sambil Belajar Cinta di Sulawesi Selatan
Inilah tempat-tempat di Sulawesi Selatan yang bisa dijadikan tempat kunjungan wisata sambil belajar tentang cinta.
https://3.bp.blogspot.com/-c3GWJcBLDDI/V0_Zebr0CfI/AAAAAAAAB4A/qODN3UKdulUFJvfRTXBstm9YhXc2CmYigCLcB/s640/Berwisata%2BSambil%2BBelajar%2BCinta%2Bdi%2BSulawesi%2BSelatan.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-c3GWJcBLDDI/V0_Zebr0CfI/AAAAAAAAB4A/qODN3UKdulUFJvfRTXBstm9YhXc2CmYigCLcB/s72-c/Berwisata%2BSambil%2BBelajar%2BCinta%2Bdi%2BSulawesi%2BSelatan.jpg
Makassar Guide - Panduan Wisata Sulawesi Selatan
https://www.makassarguide.com/2016/06/berwisata-sambil-belajar-cinta-di-sulawesi-selatan.html
https://www.makassarguide.com/
https://www.makassarguide.com/
https://www.makassarguide.com/2016/06/berwisata-sambil-belajar-cinta-di-sulawesi-selatan.html
true
8219378423129597879
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy